MY THOUGHTS

What I Think About Marriage

Hiiii everyone,  welcome to my page about ‘My Opinion’. …

In this topic i’m going to talking about Marriage yang sebenernya udah lama banget mikir pengen bahas tentang topik ini. But, i know its gonna be sensitive topic for some people. Well, kalau ngebahas tentang Marriage, baiknya kita harus tahu dulu apa itu Pernikahan dan bla bla nya. Menurutku pernikahan itu tentang menyempurnakan ibadah dan kerjasama antar sepasang manusia untuk menikmati proses menuju bahagia (esadis hahah). Nah, kenapa di awal gue bilang ini topik agak susah susah gampang buat di bahas, karenaa… gini nih, we all knows most of you guys have married in 25 or 26 years old or even younger.

So ya, mungkin terlalu dini buat gue berani ngebahas tentang pernikahan. Tapi, lama atau sebentarnya pernikahan orang gak bisa dijadikan indikator kedewasaannya ngejalanin rumah tangga dalam sebuah pernikahan kalau menurut gue.

Intinya, seberapa besar kalian tahu makna pernikahan itu sendiri? Dan gimana harusnya ngejalanin pernikahan di usia dini kayak kita gini. Sebelum ngebahas itu gue juga mau bilang kalau seringkali gue temui sekitar gue yang pengen nikah alasannya karena umur, gengsi ataupun “ya adanya dia doang yg mau nikahin gue”.

Kalau salah satu alasan itu kalian alamin, so please guys.. its a big NO for become the reason why you should towards on marriage relationship. Ditambah lagi di Indonesia ini termasuk salah satu yang punya budaya pernikahan yang unik nan heboh menurut gue. Dulu sebelum gue nikah, gue punya wedding expectation. Tapi, setelah gue gede gue sadar kalau sesungguhnya yang penting itu bukan gimana mewah acaranya, berapa banyak undangannya, sekeren apa vendornya. Apalagi sampe lo habisin dana ratusan juta untuk acara pesta yang lamanya cuma empat jam aja. Ditambah semisal ortu lo orang penting yang diundang bisa ratusan bahkan ribuan undangan, acara bisa sampe 3 atau 4 kali.

Maan.. menikah gak cuma satu malam dan berdiri empat jam salam-salaman sama tamu undangan. The most important thing you should think about adalah after akadnya. Setelah akad kalian akan menyandang status sebagai suami/istri yang mana tanggung jawabnya buanyak. Oke, yang gue akan bahas juga kali ini dari sisi sebagai istrinya ya. Well, dulu waktu gue masih di kategori remaja memang gue pernah mikir menikah adalah salah satu hal yang pengen gue lakuin. Ideal type husband gue kala itu ya dari segi appearance itu good looking, mapan and bla bla bla. Makin mendekati umur 22 atau 23 gue mulai ngerasa kalau pasangan lo itu ya cerminan diri lo. Itu termasuk satu hal yang gue percaya sampe detik ini dan satu hal omongan adalah doa itu bener adanya. Apa yang lo andai-andaikan di masa sebelum lo nikah, bisa jadi kenyataan (ini sih gue ngalamin juga haha)

Nah, pernikahan itu bukan sekedar si istri ngurusin suami yang misalnya masakin suami, nyetrikain baju suami atau apapun yang sekiranya dilakuin sama ibu-ibu jaman dulu. Dan si suami gamau tau urusan perintilan macam itu. Kalo pekara ngurusin, kita bisa masing-masing ngurusin diri sendiri. Tapi, menurut gue pernikahan itu tentang team work. As example kalo si suami gak capable untuk ngurus sesuatu, kita bisa bantu urusin dan begitu juga sebaliknya. Yang gue maksud disini “ngurus sesuatu” adalah “tugas yang biasanya harusnya suami lakuin”. Kalo sebelum lo menikah, lo nemuin pasangan yang bisa lo ajak kerjasama kayak gitu. Please dont let him go! Karena,  gue jamin hidup lo bakalan adem aja (ya walaupun kasus lain bisa jadi masalah).

Berumah tangga menurut gue sama halnya seperti Pilot dan Co Pilot. Si Pilot ini memang  decision maker dan Co Pilot yang mengikuti decisionnya. Tapi, bukan berarti as a “Pilot” dalam rumah tangga, suami bisa seenaknya ambil keputusan. Suami juga harus menghargai istri, mengerti istri  dan mendengarkan istri ya setidaknya harus “saling” sebagai pasangan suami istri.

Saling kompromi, saling kerjasama, saling mau untuk tahu, saling mau untuk mengalah. Kalo hal-hal ini aja udah kalian terapin semasa pacaran, gue rasa saat kalian nikah kalian gak akan kaget. Banyak disekitar  gue yang ngeluh karena pasangannya berubah setelah menikah atau hubungan mereka gak seharmonis semasa pacaran. Well dude, itu kenapa banyak orang bilang nikah tuh gak seindah cerita ftv yang disetel di tv-tv. Nikah itu gak selalu tentang yang indah-indah dan gak selalu juga tentang yang bikin lelah. Akan ada saatnya pernikahan itu berubah dari yang masanya masih saling unyu-unyuan jadi yang “yaudah oke” aja karena ada fase bosennya. There will be Ups and Downs inside the marriage life.

Ini dia hal yang kudu diperhatikan sebelum memilih seorang pria untuk jadi pemimpin pernikahan kalian. Sebelum menikah ada kalimat bokap yang sampe sekarang sangat nempel dipikiran gue ” wanita dipilih pria karna 3 hal antara lain Agamanya, Kecantikannya dan Hartanya. Begitu juga seorang pria, dari tiga hal tersebut pilih yang baik Agamanya karena pria yang baik agamanya pasti baik pula akhlaknya bagi sekitarnya” .

Kalo lo udah nemu pria yang baik agamanya, lo juga kudu pastiin dia pria yang mau diajak kerjasama atau engga. Karena, sebagian cowo ada yang aware bahwa dirinya seorang Imam dan segala sesuatu berdasarkan keputusannya. Yang ujung-ujungnya nyepelein istrinya ataupun ngeremehin istrinya. Menurut gue lelaki yang ideal untuk dijadikan suami adalah laki-laki yang tau gimana memposisikan dirinya, dia tau kapan harus jadi seorang pemimpin dan kapan jadi seorang “teman” untuk istrinya.

Nah, ini dia kenapa kalau nikah jangan karena alasan yang gak jauh-jauh karena umur, gengsi dan “cuma adanya cowo ini doang yang mau ajakin nikah”. Kalau ada yang nanya sebenernya kapan waktu yang ideal untuk menikah? seharusnya perntanyaan itu kalian sendiri yang tau jawabannya.  Bukan orang tua lo, bukan temen lo ataupun sodara-sodara lo. So guys, menikahlah karna lo udah yakin kalau pasangan lo yang punya capable untuk jadi pasangan hidup lo, jadi temen lo juga musuh lo mungkin. Menikahlah ketika lo ngerasa mature enough untuk ngejalani segala prosesnya bersama pasangan lo. Menikahlah karna kalian tau hanya dengan pernikahan kalian bisa sempurnakan ibadah dan bertumbuh bersama. Karena, nikah gak sebercanda itu. Kalo pacaran, lo gak suka lo bisa bilang putus. Kalo nikah? apapun keputusan lo pasti akan berimbas sama sekitar lo. Pernikahan itu kayak efek domino, once you take decision yang lainnya akan mengikuti.

Guys.. you only life once!!! Gue sharing tentang topik ini pun bukan karna pernikahan gue sempurna atau gue dapet pasangan yang ideal. No!!! i just want to share about gimana pandangan gue tentang pernikahan itu dan gimana harusnya memilih pasangan sebelum kalian menikah . Dan gue yakin kalian pun sama halnya kayak gue yang ingin menikah once in a life kan. So guys, cerdaslah dalam memilih pasangan, just don’t give a sh*t sama orang-orang yang cuma bisanya komentar dan nyuruh tapi gak ikut tanggung jawab kalo kalian kenapa-kenapa. Kalian yang nentuin hidup kalian sendiri untuk deserve to be happy in whatever it is. Satu lagi, buat kalian yang masih ragu mau nikah entar-entar aja. Thats okay, nikmatin aja dulu masa sendirinya, nikmatin dulu aja masa memilah milihnya. Gak papa telat, asalkan tepat toh?

Happy Reading Peeeooops !

So guys this what i think about marriage ,semoga berfaedah dan kalau kalian punya opini tentang apa itu Pernikahan. Komen di bawah yaaa, cause i would love to know 😀

IMG_5319

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *